Headlines News :

Latest Post

Siapa Takut? Ketika Tuhan Tidak Lagi Ditakuti……

Tulisan ini bermula dari pengamatan iseng saya terhadap fenomena iklan di media elektronik yang muncul beberapa waktu yang lalu. Melalui media iklan yang ditayangkn di televisi,kita mungkin akan tersenyum getir melihat betapa Tuhan memberikan gambaran yang begitu jelas terhadap kondisi sosial saat ini. Seolah Tuhan menyindir kita melalui bentuk-bentuk iklan bahwa begitulah kita saat ini.

Misalnya, iklan sebuah merek sepeda motor dan TV. Iklan tersebut dengan begitu mudahnya memojokkan produksi pesaingnya. Bintang iklannya pun demikian mudah beralih dari satu produk ke produk yang lain dalam satu produksi yang sejenis. Setting iklan tersebut, bintang iklannya, jargon-jargon ikloannya,semua dibuat hampir mirip. Terasa jelas “sangat tidak kreatifnya” si pembuat iklan dan terkesan ada pemanfaatan image yang sudah terbangun dari sebuah produk yang sudah lebih lama ada.

Saya bukanlah ahli periklanan, meskipun sah-sah saja membuat iklan yang demikian, tapi menurut saya melihat ada “sindiran” yang begitu halus dari Tuhan untuk kita semua. Kondisi masyarakat kita dengan begitu jelas dipertontonkan oleh Yang Maha Kuasa melalui iklan-iklan itu. Karena secara tidak langsung iklan itu telah menggambarkan inkonsistensi semua lapisan masyarakat. Betapa masyarakat kita dengan begitu mudahnya melakukan proses pemojokan terhadap satu bagian masyarakat yang lain dan menuai manfaat atas mereka. Masyarakat kita juga tidak mau lagi berpikir untuk membangun sesuatu dengan sebuah rencana dan perjuangan yang teratur. Maunya serba instan, serba cepat dan ingin sekejap berada di barisan terdepan.

Kembali pada judul tulisan ini “Siapa Takut?” saya semakin terheran-heran. Beberapa waktu yang lalu, kita diramaikan dengan jargon iklan salah satu sampo “siapa takut”. Saya yakin, rumah produksi yang membuat iklan itu tidak sengaja, bahkan mungkin tidak tahu, bahwa visualisasinya bisa dengan sangat pas menggambarkan kehidupan masyarakat saat ini. Bagi saya, iklan itu benar-benar mengena, menyindir dengan telak.

Sebenarnya kita tidak takut lagi pada penguasa kita, Tuhan Semesta Alam. Kita dengan mudahnya dan dengan sangat gampangnya meninggalkan shalat, kita terus menerus mempertontonkan perilaku hedonis, materialis, arogan dan destruktif. Kita terbiasa dipertontonkan kebohongan-kebohongan bahkan dengan keterusterangan. Kita juga tidak takut lagi memakan hak orang lain, berbisnis dengan sangat liar, tipu daya, mark-up, kolusi dan korupsi seolah menjadi kewajiban bagi siapa saja yang hendak berbisnis. Seakan kita tidak akan mati, seakan kita akan hidup selamanya.

“Siapa takut” yang menjadi slogan iklan sebuah produk sampo, tiba-tiba terasa menjadi sebuah sindiran tajam dari Tuhan, betapa manusia sekarang saja kehilangan rasa hormat dan rasa terima kasih, tetapi juga sudah kehilangan rasa takut terhadap Tuhan. Tuhan dianggap tidak ada sehingga merasa tidak ada yang mengawasi. Dan Tuhan dianggap sudah mati sehingga tidak ada lagi yang akan memberikan pembalasan.

Mungkin di antara anda ada lagi yang mau “bermain-main” dengan iklan-iklan lain, lalu mulai mengomparasikannya dengan kenyataan hidup. Misalnya, terhadap iklan-iklan yang menampilkan keseronokan wanita atau yang lainnya. Siapa tahu, anda bisa menambah deretan contoh yang tak termuat di tulisan ini.

Kalian...! Ya...Kalian...!!! Kenapa Kalian Diam?

Di mana mereka yang selalu menuduh Muslim tidak toleran, fanatik, menebar kebencian, permusuhan, dan perang? Di mana mereka yang selalu menuduh Muslim, sebagai pengobar perang, pencipta huru-hara, melakukan kejahatan, bahkan dalang dari segala kejahatan?

Corong-corong media massa milik jaringan Yahudi, Nasrani, kaum liberal, dan sekuler, terus-menerus memutar-balikan fakta-fakta dengan cara-cara yang sangat keji, biadab, dan kotor. Justru golongan Yahudi, Nasrani, sekuler, liberal, dan nasionalis,  yang terus-menerus menumpahkan darah. Berlaku keji, kejam, biadab, dan tidak berperikemanusiaan.

Di Republik Afrika Tengah, Muslim dibunuhi seperti binatang oleh milisi Kristen, dan ratusan yang tewas. Rumah mereka dibakar. Masjid mereka dihancurkan rata dengan tanah. Mereka dikejar-kejar seperti binatang, dan dibunuhi dengan senjata, seperti membunuh binatang. Tidak ada sedikitpun belas kasihan. Tidak ada perhatian dunia internasional. Dibiarkan mereka dibunuh dengan kejam. Semua tutup mulut dan tutup mata.

Di Myanmar sudah ribuan Muslim Rohingya dibunuhi, dicincang, dan hancurkan seluruh harta benda mereka, termasuk masjid-masjid dibakar. Tak tersisa. Kejahatan golongan Budha di Myanmar itu, tak pernah berhenti. Sampai hari ini, terus berlanjut. Mengejar, membakar, dan membunuhi, itu sudah menjadi praktek sehari-hari golongan Budha atas Muslim di negeri itu.

Di Bosnia, kalangan Nasrani (Serbia) melakukan pembantaian (genosida) terhadap ribuan Muslim Bosnia, di Srebenica. Pasukan Serbia membantai ribuan Muslim Srebenica, yang tidak berdosa. Pasukan penjaga perdamaian Belanda, membiarkan ketika monster Serbia, menyerbu Muslim, dan mengumpulkan mereka, lantas mereka semua dibantai dengan biadab.

Sekarang, perhatikan betapa pesawat-pesawat tempur Israel melakukan pemboman siang-malam terhadap Gaza.  Tanpa pilih-pilih. Segalanya luluh lantak. Bukan hanya menyebabkan kematian semata, tetapi kehancuran yang sangat luas. Benar-benar kejahatan yang sangat luar biasa. Tetapi, masyarakat dunia tutup mulut dan tutup mata, terutama para pemimpin Barat.

Zionis-Israel adalah negara yang paling terkutuk di muka bumi ini. Manusia paling biadab dan rasis di muka bumi ini. Zionis-Israel bukan hanya menjajah, mencaplok tanah air bangsa Palestina, tetapi sejak berdiri tahun l948, tidak berhenti mengusir, menghancurkan apa saja milik bangsa Palestina, bahkan sampai hari ini terus menangkap, menahan, menyiksa, dan membunuhi bangsa Palestina, tanpa pernah ada jeda.

Zionis-Israel saat melakukan agresi militer atas Gaza, bukan hanya penduduk sipil atau bangunan pusat gerakan Hamas yang menjadi target sasaran, tetapi juga masjid-masjid ikut dihancurkan  oleh pesawat tempur Israel, dan tanpa henti menembakkan rudal ke arah tempat ibadah Muslim  di Gaza. Sudah lebih 10 masjid yang hancur berkeping, akibat rudal pesawat tempur Israel.

Seperti, awal pertama serangan udara yang menjadi sasaran pemboman adalah Masjid Farouq  di kamp Neriuseirat di Jalur Gaza, menjelang shalat subuh, yang menyebabkan kehancuran total, Sabtu, 12/7/2014.

Berselang berapa hari yang lalu, pesawat pembom Israel menghancurkan Masjid Anwar Aziz di Jabaliya, dan menewaskan 4 orang Palestina dan 5 lainnya luka-luka dalam serangan udara Israel. Menurut Kementerian Wakaf Hamas, di Gaza, setidaknya 10 masjid secara langsung dibom selama lima hari terakhir termasuk dua masjid di Khan Younis dan dua masjid di Gaza utara.

Pada hari Jumat, pesawat-pesawat tempur Israel menargetkan Masjid Dar al-Salam, yang menyebabkan seorang warga Gaza tewas dan cedera  saat mereka kembali ke rumah setelah melakukan shalat Tarawih. Tiga warga Palestina tewas, termasuk seorang pria tua, saat menuju ke Masjid Rahman  melakukan shalat Magrib.

Wakil Menteri Wakaf Dr Hassan Sifi mengatakan bahwa Zionis yang melakukan serangan dan menjadikan masjid sebagai target oleh pesawat tempur Israel menujukkan sikap biadab Zionis-Israel. Tindakan Zionis Israel hanyalah membuka kedok, bahwa negara Zionis sebagai negara 'RASIS', dan mempraktekan rasisme terhadap bangsa Palestina.

"Kebencian Israel memuncak dalam pemboman terhadap makam, masjid dan tempat ibadah, terutama Masjid  al-Farouq  di Nusairat dan Anwar Aziz di wilayah utara Gaza", tutur Hassan Sifi.
Dia mengatakan bahwa pemboman tempat ibadah adalah pelanggaran konvensi internasional. Sifi menegaskan Zionis-Israel bertanggung jawab penuh atas kejahatan, dan kehancuran masjid-masjid secara total selama perang Israel terhadap Gaza pada tahun 2008, 2012, dan 2014 ini.

Di tengah gempuran pesawat-pesawat tempur Zionis itu, seorang Muslim tetap mengumdangkan adzan Shubuh, diatas bangunan Masjid yang sudah berubah menjadi puing-puing, sebagaimana disaksikan oleh wartawan Aljazeera, yang meliput perang di Gaza.

Keimanan mereka tak pernah pupus oleh kondisi apapun, termasuk perang sekarang yang melanda Gaza. Mereka tetap menyeru, beribadah, dan menyembah Rabbnya. Disela dentuman rudal Israel. Subhanallah.

Sebaliknya, di negeri-negeri Muslim, para agen dan kaki tangan Yahudi dan Nasrani, melalui media massa mereka, terus meneriakkan kepalsuan, membuat opini, Muslim itu tidak toleran, dan memiliki sifat-sifat yang tidak mencerminkan adanya rasa persaudaraan. Muslim selalu mengumbar kebencian, permusuhan, dan anti terhadap plurarisme, dan mengancam persatuan bangsa.

Itulah teriakan dan tuduhan mereka, seperti media-media sekuler yang terlihat jelas keberpihakannya, tanpa henti berbicara tentang toleransi, kemajemukan, dan inklusivisme palsu.

Muslim Indonesia, pasti masih ingat dengan segar peristiwa Ambon, tahun l999, di mana saat Idul Fitri, golongan Nasrani menyerang Muslim Ambon, yang sedang menikmati Id. Rumah mereka dihancurkan, dan masjid-masjid mereka di rusak.

Di Poso, Muslim dibantai oleh milisi 'Kelelawar' yang dipimpin Tibo. Pesantren Walisongo, penghuninya dibantai, mayatnya dibuang di jurang, laki, perempuan, dan anak-anak. Di Palangkararaya (Kalimantan Tengah), Muslim Madura, dicincang oleh Nasrani dan Dayak. Berapa jumlah Muslim yang tewas di bantai? Sekarang malah Muslim dituduh sebagai teroris? Wallahu'alam.

Manfaat Buah Belimbing Untuk Kesehatan

Manfaat Buah Belimbing Untuk KesehatanManfaat buah belimbing untuk kesehatan sudah tidak diragukan lagi. Buah yang mudah ditemui seperti di pekarangan rumah ini ternyata berasal dari negeri yang cukup jauh. India dan Srilanka merupakan rumah utama dari buah yang menyerupai bentuk bintang ini. Buah belimbing mempunyai julukan sebagai star fruit, hal ini dikarenakan bentuk dari buah tersebut setelah dipotong-potong kecil akan menyerupai bentuk bintang. Buah yang mempunyai nama latin Averrhoa ini sangat mudah untuk dibudidayakan khususnya di Indonesia yang terkenal sebagai daerah tropis. Tanaman dari buah belimbing ini tidak perlu banyak air untuk bisa hidup sehingga sangat cocok untuk dikembangkan di negara yang beriklim tropis. Selain rasanya yang enak ternyata manfaat buah belimbing bagi tubuh sangat bagus sehingga baik untuk dikonsumsi secara rutin.

Berbagai Macam Manfaat Buah Belimbing

Manfaat buah belimbing yang pertama yaitu dapat mencegah penyakit kanker. Hal ini disebabkan oleh banyaknya kandungan vitamin C dari buah belimbing. Vitamin C berfungsi untuk memperbaiki sel-sel yang rusak, meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tubuh akan lebih kebal terhadap serangan penyakit. Manfaat belimbing yang selanjutnya yaitu dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Hal ini dikarenakan kandungan zat pektin yang dikandung oleh belimbing sangat melimpah.Bagi oaring tua yang memiliki masalah susah makan pada anaknya, dapat mencoba belimbing sebagai obat untuk meningkatkan nafsu makan pada anak. Karena kandungan retinol dan vitamin A yang terdapat pada belimbing dapat membantu meningkatkan nafsu makan.
Kandungan kadar kalium yang tinggi serta rendah kalsium pada buah belimbing sangat berkhasiat untuk mengobati penyakit hipertensi.Terapi hipertensi dengan mengkonsumsi buah belimbing sudah terbukti ampuh untuk mempercepat menurunkan tensi darah. Khasiat belimbing untuk jenis penyakit kulit seperti panu juga bisa diobati. Daging dari buah belimbing dioleskan pada sekitar daerah yang terkena penyakit panu sebanyak dua kali sehari, dalam rentang waktu tiga hari penyakit tersebut akan sembuh secara total. Dan itulah beberapa manfaat buah belimbing.

Sumber: hidupsehatbersama.com

Beternak Cacing Sutera Cara Modern -> From E to E (Efektif Dan Effisien)

Para pembenih atau breeder ikan tentu akan sedih bilamana pakan untuk ikan kesayangannya susah dicari. Pakan ikan memang salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam budidaya perikanan, baik itu ikan hias atau ikan produksi. Memang, sebagian pakan ikan sudah bisa digantikan dengan pakan buatan yang lebih praktis dan mudah mendapatkannya. Namun pakan alami khususnya cacing sutera (tubifex) tetap dibutuhkan sebagai penyeimbang nutrisi ikan agar berkembang secara optimal. Cacing sutera sebagai pakan alami sangat dibutuhkan oleh pembudidaya ikan khususnya dalam usaha pembenihan ikan. Cacing tubifex ini sangat sesuai untuk memacu pertumbuhan benih ikan. Cacing darah atau cacing sutera ini sangat sesuai baik dari ukuran yang pas buat mulut benih ikan termasuk juga kandungan protein yang tinggi sehingga lebih cepat memacu pertumbuhan benih ikan.

 
Cacing sutera atau cacing darah ini kebanyakan diperoleh dari sumber alam yaitu dengan memanen dari sungai atau parit. Hal ini tentu saja tidak dapat mengimbangi perkembangan kebutuhan para breeder ikan akan pakan alami tersebut. Dewasa ini permintaan ikan baik hias maupun produksi semakin melejit. Para pembudidaya ikan semakin maju dalam menerapkan teknik budidaya yang lebih modern baik secara intensif maupun ekstensif. Mereka semakin efisien dan efektif dalam manajemen budidaya ikan. Waktu panen produksi ikan diharapkan semakin cepat karena akan meningkatkan turnover produksi yang nota bene juga akan meningkatkan kocek para pembudidaya ikan. Kecepatan panen tentu saja harus diimbangi dengan penyedian pakan yang bergizi tinggi sehingga masa panen akan semakin pendek. Oleh sebab itu penyediaan pakan alami seperti cacing sutera harus berimbang dengan kebutuhan para petani ikan tersebut.
Saat ini kebutuhan akan cacing sutera memang tidak terbatas karena banyaknya usaha budidaya perikanan. Sedangkan para penyedia cacing sutera belum bisa memenuhi sepenuhnya permintaan yang ada. Cacing sutera hasil tangkapan dari alam tidak sepanjang waktu tersedia. Cacing ini biasanya mudah dijumpai pada saat musim kemarau dimana air sungai surut. Namun pada saat musim penghujan dimana air sungai meluap, habitat cacing akan tersapu air sungai sehingga sulit diperoleh sehingga pasokannya menurun drastis. Sehingga budidaya cacing tubifex ini peluang emas yang dapat mendatangkan rejeki karena kebutuhan pasar yang tinggi, minim lahan dan minim biaya pemeliharaan.

Dalam usaha budidaya cacing darah atau cacing sutera ini ada beberapa aspek yang harus dipertimbangkan seperti aspek teknis, ekonomis dan sosial. Aspek pertama adalah aspek teknis yang mempertimbangkan teknik budidaya termasuk lokasi budidaya cacing sutera. Budidaya cacing ini bisa dilakukan dikolam tanah yang subur unsur hara, tidak mengandung bahan cemaran kimia berbahaya, sumber air bisa dari sumur atau sungai yang sudah diendapkan untuk menghindari adanya bahan kimia yang berbahaya dalam budidaya cacing sutera. Selain kolam tanah, budidaya cacing bisa menggunakan kolam terpal yang saat ini populer sebagai media budidaya pengganti tanah atau semen. Namun kekurangan kolam tanah dan terpal adalah penyediaan lahan budidaya yang luas dan ratio antara luas area dan jumlah panen yang kurang maksimal. Sehingga kedua media budidaya ini kurang optimal. Saat ini yang baru dikembangkan adalah budidaya cacing sutera dengan menggunakan nampan plastik dan disusun dalam rak vertikal sehingga hemat lahan dan memaksimalkan hasil panen. Aspek ekonomi harus melihat letak lokasi budidaya agar tidak meningkatkan biaya yang tidak perlu seperti jarak antara lokasi budidaya dan pasar, lokasi budidaya dan ketersediaan sumberdaya misal penyediaan sumber air, jaringan listrik dsb. Aspek sosial mempertimbangkan dampak sosial dalam budidaya cacing darah seperti jarak antara lokasi budidaya dengan pemukiman penduduk karena dimungkinkan akan muncul pencemaran bau yang akan mengganggu warga sekitar.

Teknik budidaya dengan menggunakan baskom/nampan plastik yang disusun vertikal lebih disarankan karena akan memotong kebutuhan luas lahan, biaya investasi termasuk biaya pemeliharaan. Termasuk pengelolaan budidaya dan perencanaan produksinya lebih mudah dilakukan. Teknik budidaya cacing sutera dalam nampan plastik masih relatif baru diperkenalkan dan belum banyak pelaku usaha yang menggunakan cara budidaya seperti ini. Nampan plastik ini mudah dan murah untuk mendapatkannya. Biaya penyusutannya juga  selain menggunakan wadah plastik juga menerapkan SCRS (Semi-Closed Re-sirculating System) alias mendaur ulang air yang sudah ada dengan bantuan pompa air yang mendistribusikan dari kolam/tabung penjernih kembali ke wadah budidaya. Untuk meningkatkan kualitas oksigen terlarut dalam kolam penampungan/penjernih air bisa menggunakan aerator ataupun blower. Rak penyusun wadah bisa terbuat dari kayu atau bambu. Namun waktu ekonomis dan kekuatan dari kedua bahan tersebut tidak lama meski lebih murah. Opsi lainnya adalah menyusun wadah dalam rak besi atau alumunium namun biaya pembuatannya yang lebih mahal namun diimbangi dengan masa pakai dan kekuatan yang lebih bagus. 

 
Untuk penyiapan habitat cacing sutera menggunakan lumpur yang kaya unsur organik. Lumpur ini bisa diambilkan dari lumpur dari kolam pemeliharaan ikan misalnya ikan lele. Namun bila sulit ditemukan bisa menggunakan campuran lumpur  kolam lele, kotoran ayam, ampas tahu, dedak dengan komposisi 5 : 1-3 : 1 : 1 dan ditambah bahan probiotik/tetes tebu (molase). Biarkan campuran lumpur ini selama satu minggu untuk proses fermentasi dalam wadah tertutup (tong/gentong) dan diberi lubang angin kecil untuk kebutuhan oksigen selama proses fermentasi berlangsung. Setelah kurang lebih seminggu media lumpur siap dijadikan sebagai habitat budidaya cacing sutera dengan ciri-ciri tidak menimbulkan bau busuk. Lumpur fermentasi ini kemudian disebarkan ke masing-masing wadah budidaya dengan ketebalan lk 4-5 cm dan biarkan selama seminggu sebelum penebaran bibit cacing.
 Bibit cacing bisa diambil dari alam seperti sungai, selokan, parit yang kaya organik atau dari hasil budidaya. Bibit cacing dapat diambil dengan bantuan serokan kain kasa halus dan diambil dengan hati-hati agar tidak banyak bibit cacing yang mati. Bibit cacing yang terkumpul kemudian dibersihkan dengan air bersih hingga gumpalan-gumpalan lumpur hilang dan tinggal cacing yang terlihat sudah bersih.

Bibit cacing ini kemudian bisa disebar maupun ditanam didalam wadah budidaya dan senantiasa di cek untuk melihat apakah media budidaya sudah sesuai atau belum.  Pakan cacing sutera bisa dibuat seperti halnya membuat lumpur media budidaya yaitu dalam wadah tertutup (dan diberi saluran oksigen) dengan mencampur bahan-bahan organik seperti dedak, ampas tahu dan kotoran ayam dan biarkan mengalami fermentasi selama seminggu. Pemberian pakan hasil fermentasi ini bisa diberikan seminggu sekali kedalam masing-masing wadah budidaya cacing. Panen perdana dilakukan setelah bibit cacing dipelihara selama kurang lebih 60 hari, panen berikutnya bisa dilakukan setiap seminggu sekali. Panen dilakukan dengan bertahap yaitu tidak mengambil keseluruhan cacing namun mengambil lapisan atas media budidaya (lk 2 cm lapisan teratas). Hal ini dilakukan agar produksi atau panen dapat dilakukan secara kontinyu. Sedangkan Waktu panen sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari. Dan perlu di  ingat setiap kali melakukan panen, media budidaya perlu diberikan pupuk tambahan yang mana proses pengolahannya sama seperti halnya pembuatan media budidaya seperti telah diterangkan diatas.

Pasca panen perlu diperhatikan agar kualitas hasil panen cacing sutera berkualitas dan masih bagus saat diterima oleh konsumen. Penanganan pasca panen memperhitungkan jarak atau lama waktu pengiriman. Bila jarak tempuh yang jauh sehingga distribusinya menjadi lama maka cacing sutera perlu dimasukkan kedalam kemasan tertutup/plastik dengan diberi oksigen yang cukup, namun  bila jarak atau waktu pengiriman tidak terlalu lama maka cacing sutera bisa ditempatkan dalam wadah terbuka.

Buku Berternak Cacing Sutera Cara Modern sudah bisa DIPESAN Secara Online . Caranya : (Klik Aja : https://www.facebook.com/pages/Penebar-Swadaya-Grup/157124321079507 ) 

Kemudian Inbox melalui grup tersebut Dengan Mengirimkan Data-Data Seperti Dibawah Ini :
1. Nama Pemesan :
2. Nama Penerima :
3. Alamat Pengiriman :
4. No Telepon :

 
Atau Dengan Menghubungi :
Phone: 021-29617008/09/10
Email: penebarswadayagrup@gmail.com
Facebook: Penebar Swadaya Grup...

Benarkah Rokok Herbal SIN Mempunyai Khasiat Pengobatan...?

 
Rokok Herbal SIN, rasa rokok ini secara umum adalah khas rasa rokok yang konon ceritanya pernah dibuat dan dinikmati oleh Raja-raja Kerajaan Majapahit dan  tersebar di seluruh dunia pada masanya, Sudah tentu sesuai dengan karakter cita rasa perokok Nusantara. Do'a-do'a yang dihembuskan pada bahan baku rokok berupa Energi Gelombang Pendek sangat halus, sehingga mampu memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak akibat racun seperti infeksi, radang dan bakteri serta virus.

KHASIAT DAN REAKSI MENGHISAP ROKOK HERBAL SIN berdasarkan pembuktian empiris oleh konsumen, diantaranya adalah:
  • Nikotin rendah, hampir 0% dengan hasil laboratorium dan tercetak dalam kemasan Rokok Herbal SIN, hal ini membuat perokok relatif aman dari sakit dan penyakit jantung
  • Tar ramuan herbal, perokok relatif aman dari sakit paru dan saluran pernafasan
  • Menetralisir zat-zat berbahaya yang terkandung dalam tembakau
  • Menyembuhkan penyakit kencing manis, liver, lambung, pencernaan, ginjal, impotensi
  • Asap yang dihisap akan menetralkan racun-racun yang terdapat dalam darah dan organ tubuh
  • Menormalkan tekanan darah, menyembuhkan kecanduan narkoba, ganja, minuman keras
  • Menekan kolesterol, asam urat dan gula darah perokok
  • Membantgu meringankan dan menyembuhkan penyakit sinusitis dan polip
  • Sebagai gurah (mengeluarkan cairan racun yang terdapat pada paru dan darah) melalui mulut, hidung dan telinga
  • Menembuhkan dan meringankan penyakit asma, dan lain-lain, silahkan klik Testimoni konsumen DISINI
Jika menginginkan berhenti dari kebiasaan merokok, terutama bagi perokok berat hendaknya mengurangi dengan perlahan-lahan, jangan langsung tidak merokok sama sekali. Sebab metabolisme tubuh yang sudah teracuni asap rokok akan terganggu sehingga mempercepat timbulnya berbagai macam penyakit mematikan terutama jantung serta kanker paru. Untuk itu "Rokok Herbal SIN" sebagai rokok terapi menawarkan suatu metode "Berhenti Merokok Dengan Rokok".

Rokok SIN diproduksi dengan ketelitian dan kecermatan tinggi yang selalu mengutamakan kualitas rasa, higienitas serta bahan baku pilihan. Rokok SIN hanyalah sekedar rokok biasa yang bertujuan mengembalikan fungsi rokok sebenarnya dengan ramuan rahasia warisan leluhur.

Rokok SIN diproduksi dengan berbagai varian sesuai tingkatan kandungan ramuan didalamnya, mengikuti selera konsumen yang menginginkan "Cita Rasa Rokok" atau mengutamakan "Terapi Pengobatan dan Kesehatan".

Untuk produk Rokok Herbal SIN yang dipasarkan khusus oleh Tridaya Sinergi, ada 5 macam varian, yaitu:

Produk            Stokis Distributor    Konsumen
SPS Kretek (Kretek 12 Batang).          Rp. 11.000 Rp 11.500       Rp. 14.000
SIN Kujang Mas (Kretek 12 Batang).         Rp. 11.000 Rp 11.500       Rp. 14.000
SIN Sinergi Mind (16 Mild Filter).         Rp. 13.000         Rp 13.500       Rp. 15.000
SIN Provost 19 (Kretek 12 Batang).           Rp. 18.000 Rp 18.500       Rp. 22.000
SIN Platinum Filter (Filter Reguler 12 Batang).         Rp. 13.500 Rp 14.000       Rp. 16.000

Info lebih lanjut, silahkan klik disini
Daftar Stokist, Distributor dan Reseller silahkan klik disini
Untuk Order silahkan klik disini.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Budidaya Jamur Tiram - All Rights Reserved
Template Modification by Kang Icong Published by Icong Online
Proudly powered by Blogger